Archive for June, 2005
June 28, 2005 at 3:51 am · Filed under Uncategorized
Engkau mencapai kebesaran kalau engkau tidak dirisaukan oleh kedudukan orang-orang yang ada diatasmu dan kalau engkau membuat orang-orang yang berada dibawahmu tidak merisaukan kedudukanmu. Kalau engkau tidak sombong terhadap orang-orang yang rendah dan tidak rendah dengan orang-orang yang sombong.
June 23, 2005 at 10:19 am · Filed under Uncategorized
aSaat bernyanyi diperjalanan yang sempit dan buram
ingin menggapai langit perawan yang asam membungkam
menggapai sekat lubang yang beruang
meruak tiap lubang kesempatan
dan tak ada yang peduli dan mengerti
dan tak ada yang peduli dan mengerti
saat bernyanyi dipersimpangan yang mulai terasa lengang
selingi ruang tetap memburam walau pun ku mulai memanjang
iringi kawan kawan yang terbuang
ledeki nilai nilai yang terkulai
dan tak ada yang peduli dan mengerti
tapi adakah yang peduli dan mengerti
namun adakah yang peduli dan mengerti
mungkin tak ada yang peduli dan mengerti
kini bernyanyi depan kalian yang mulai membosan
demi sebuah kata harapan namun membuat ku buram
tak ada yang peduli dan mengerti
namun tak ada yang peduli dan mengerti
mungkin tak ada yang peduli dan mengerti,
mungkin tak ada yang peduli dan mengerti,
mengerti?
"pasband"
June 21, 2005 at 5:26 am · Filed under Current Affairs
sebuah tulisan ini semoga menjadi bahan renungan bagi kaum wanita
untuk lebih memikirkan tentang jati dirinya……….
kau bungkus pantatmu ketat bikin mata terkesiap
pusarmu kau pamerkan, dadamu kau pertontonkan
bikin orang jadi bingung…….
anatara duduk di pesamuan atau sedang jalan di kebun binatang
lalu kau naik ke mimbar bersuara lantang,
hak kami dirampas………..
dasar lelaki bangsat………..
lelaki cuma bisa memperkosa!!
sembari turun mimbar kau bicara,
bukan kamu yang memperkosa,
kami yang minta diperkosa…….
kau tersenyum,
telah melakonkan sebuah kemunafikan
lakon sundel bertatah keibuan
tapi aku tak resah, aku tak gelisah….
karena masih ada wanita
makhluk yang sama tapi berbeda
ia punya etika, ia punya ugeran dan ia punya iman
sedangkan kau sulit dibedakan…
antara perempuan dan betina
June 13, 2005 at 7:47 am · Filed under Uncategorized
Buat temen2 penghuni UPN "V" Jgja….
Kampus kita memang dekat dengan militer,
tetapi apakah harus menerapkan sikap
militeristik……..
kita mahasiswa kawan, punya otak, punya
kreatifitas, punya pemikiran dan punya sikap.
Mahasiswa bukan hanya kacung yang hanya disuruh-suruh
gimana bisa maju kalo kreatifitas mahasiswa
dimatikan…
ospek adalah event kemahasiswaan yang dikelola
oleh dan untuk mahasiswa.
kapan lagi kita bisa ngumpul satu universitas
dengan satu kepanitiaan untuk lebih saling
mengenal dan menjalin komunikasi dengan basic
keilmuan dan pribadi yang berbeda……….
Maju terus perjuangan Mahasiswa!!.
sebab mundur adalah PENGKHIANATAN!!!!!………..
June 13, 2005 at 7:21 am · Filed under Books
Miyamoto Musashi adalah anak desa yang bercita-cita menjadi samurai
sejati. Di tahun 1600 yang penuh pergolakan itu, ia menceburkan diri ke
dalam Pertempuran Sekigahara, tanpa menyadari betul apa yang
diperbuatnya. Setelah pertempuran berakhir, ia mendapati dirinya
terbaring kalah dan terluka di tengah ribuan mayat yang bergelimpangan.
Dalam perjalanan pulang, ia melakukan tindakan gegabah yang membuatnya
menjadi buronan hingga seorang pendeta Zen berhasil menaklukkannya.
Otsu, gadis cantik yang mengaguminya, membebaskan Musashi dari
hukumannya, tapi Musashi kembali tertangkap. Selama tiga tahun ia mesti
menjalani kehidupan mengasingkan diri, dan masa-masa itu
dipergunakannya untuk menyelami karya-karya klasik Jepang dan Cina.
Setelah bebas kembali, ia menolak diberi jabatan sebagai samurai.
Selama beberapa tahun berikutnya, ia mengejar cita-citanya dengan tekad
penuh mengikuti Jalan Pedang, dan menjadi samurai sejati. Lambat laun
ia mengerti bahwa mengikuti Jalan Pedang bukan sekedar mencari sasaran
untuk mencoba kekuatannya. Ia terus mengasah kemampuan, belajar dari
alam dan mendisiplinkan diri untuk menjadi manusia sejati. Ia menjadi
pahlawan yang tidak mau menonjolkan diri bagi orang-orang yang hidupnya
telah ia sentuh atau telah menyentuh dirinya. Ujian puncak baginya
adalah ketika ia harus bertarung melawan Sasaki Kojiro, saingan
terberatnya yang masih muda dan sangat tangguh.